Gangguan Pendengaran Pada Bayi

24 February 2016 - Kategori Blog

Gangguan Pendengaran Pada Bayi

Fotosearch

Bagaimana mengenali anakyang terkenahttps://www.produsenbajubayi.co.id/wp-admin/post-new.php?post_type=blog gangguan pendengaran? Kemampuan mendengar manusia dikatakan normal jika mampu mendengar suara dalam skala  0 – 120 db  atau decibel, satuan intensitas suara. Nilai 0  dB misalnya berbentuk suara berbisik, 20 dB suara bicara normal,  dan 120 db suara pesawat terbang.

Disebut  gangguan jika kemampuan mendengar kurang dari skala itu:
1. Gangguan pendengaran ringan, kemampuan mendengar hanya 20-39 dB atau tidak dapat mendengar suara pelan.
2. Gangguan pendengaran sedang,  kemampuan mendengar 40-69 dB atau hanya bisa mendengar suara jarak dekat.
3. Gangguan pendengaran berat, kemampuan mendengar 70-89 dB atau hanya mendengar suara kuat dan kencang saja.

Gangguan pendengaran dapat diklasifikasikan dari penyebabnya:
1.Tuli konduktif
Disebabkan masalah atau kondisi abnormal pada telinga luar (daun telinga, liang telinga, dan gendang telinga) dan telinga tengah dan rongga udara di belakang gendang telinga. Tidak menyebabkan ketulian total sebab masih mendengar bunyi namun lemah.

2.Tuli sensorineural
Disebabkan kerusakan atau malfungsi pada telinga dalam seperti koklea, saraf pendengaran, dan batang otak, sehingga bunyi tidak dapat diproses normal. Penyebabnya: kelainan bawaan, genetik, kelainan saat janin, proses kelahiran, infeksi virus, pemakaian obat yang merusak koklea, radang selaput otak, dan kadar bilirubin tinggi.

3.Tuli campuran
Gangguan pendengaran tuli konduktif dan sensorineural terjadi bersamaan.

KONSULTASI dr. Bono Mahyudin, SpTHT-KL, Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta
(FIN/ERN)

 
Chat via Whatsapp